Mengenal Teknik Microshading, Microblading dan Microfeathering

Mengenal Teknik Microshading, Microblading dan Microfeathering

Bagian pada wajah yang dapat mempercantik wanita adalah alis. Bisa Anda bayangkan jika tidak ada alis. Tentunya jadi aneh bukan. Alis ini dapat membuat tampilan riasan Anda menjadi ekspresif. Namun rasanya cukup sulit untuk dapat menggambar keduanya secara simetris. Meskipun rasanya sudah diukur, kadang kala tetap saja alis kanan dan alis kiri berbeda ukuran atau bentuknya.

Mengenal Teknik Microshading, Microblading dan Microfeathering

Anda yang tidak ingin repot dapat mencoba untuk sulam alis. Sulam alis ini adalah teknik untuk menggambar bentuk alis dan memberikan warna yang semi-permanen. Jika Anda sudah mengenal teknik sulam alis mulai dari 2D hingga 6D, sekarang ada lagi tren sulam alis baru yakni microshading, microblading  dan microfeathering.

Nah, apa saja sih penjelasan dari ketiga teknik ini? mari disimak berikut ini.

Microshading

Pertama adalah microshading. Teknik ini cocok untuk Anda yang ingin membuat alis tebal namun rapi. Disebut juga dengan bentuk on fleek. Proses pembentukannya dapat dilakukan dengan alat elektronik maupun manual. Bagaimana dengan hasil warnanya? Hasil dari teknik ini cukup halus karena menggunakan bahan yaitu eyebrow powder.

Teknik ini menggunakan metode yang disebut dengan stippling. Metode ini adalah pembentukan dengan diawali membuat titik berulang yang dapat menggabungkan pigmen warna. Bagi Anda yang memiliki alis tipis, teknik yang satu ini bisa Anda jadikan list untuk melakukan sulam alis lho. Daya tahan dari teknik microshading ini tergantung bagaimana Anda menjalani gaya hidup.

Namun Anda tetap dianjurkan untuk melakukan retouch agar alis tetap terjaga warna dan bentuknya dengan sempurna.

Microblading

Teknik kedua adalah microblading. Teknik ini disebut juga dengan teknik sulam alis semi permanen. Prosesnya menggunakan pena dengan jarum yang ujungnya cukup tipis. Meskipun tipis, ujung dari pena jarum ini akan memasukkan warna ke dalam kulit dengan baik. Apakah jarumnya masuk menembus kulit dan terasa sakit?

Jarum dari pena ini hanya sampai pada permukaan kulit saja dan rasa sakitnya hanya sementara. Maka wajib hukumnya untuk melakukan treatmen ini dengan tenaga ahli yang profesional. Hasil dari teknik ini adalah alis terlihat natural seperti hanya menggunakan pensil alis saja. Pigmen warnanya tidak terlalu pekat dan tidak terlalu tebal.

Cocok untuk Anda yang menyukai tampilan minimalis pada riasan wajah sehari-hari. Anda tentu harus melakukan retouch setelah melakukan teknik ini dalam jangka waktu tertentu. Anda cukup melakukan retouch satu kali saja pada sebulan pertama. Teknik microblading ini dapat bertahan sekitar kurang lebih hingga 3 tahun. Ini semua bergantung pada gaya hidup Anda seperti apa.

Selain itu Anda juga dapat mempertahankan hasil dari microblading agar lebih awet. Yakni dengan cara hindari berada di bawah sinar matahari terlalu lama. Hal ini karena pigmen warna akan mudah untuk pudar atau luntur jika terkena sinar matahari langsung cukup lama. Kemudian hindari juga menggunakan produk kecantikan untuk mengeksfoliasi kulit. Misalnya dengan kandungan retinol dan glycolic acid pada area sekitar alis yang baru saja digambar.

Karena kandungan dari kedua bahan tersebut dapat mengikis perlahan-lahan lapisan kulit mati di mana pigmen warna pembentuk alis juga akan ikut pudar jika dilakukan secara rutin.

Microfeathering

Ketiga adalah microfeathering di mana proses pembentukannya hampir sama dengan microblading. Pena yang digunakan sama-sama tipis di ujung jarumnya. Namun yang membedakan adalah hasil akhirnya. Pada microfeathering hasil akhirnya pada alis adalah tebal namun natural. Layaknya seseorang dengan alis berbulu tebal saja. Cocok untuk Anda yang memiliki alis tipis agar terlihat semakin cantik dan terisi.

Uniknya, microfeathering ini menggunakan dasar rambut alis dan kemudian mengisinya sesuai keinginan dari Anda agar dapat terbentuk dengan baik dan rapi. Pada pertama kali dilakukan treatmen, prosesnya berfokus pada rambut alis yang lebih padat. Lalu Anda harus melakukan treatmen lanjutan kembali berselang setelah 6 hingga 8 bulan. Hal ini bertujuan untuk menyempurnakan bentuk alis.

Untuk ketahanan warnanya sendiri, microfeathering ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis kulit, usia dan bagaimana perawatan yang Anda lakukan secara rutin. Jika kulit Anda berminyak, pigmen warna dari metode ini cenderung akan mudah luntur. Keawetannya sendiri secara keseluruhan mampu bertahan hingga 12 bulan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *